Pages

Minggu, 02 Maret 2014

10 Kesalahan Orang Tua Yang Tidak Mereka Disadari



Merasa kesal pada anak-anak adalah hal yang lumrah selama orang tua tidak berlebihan. Namun ada kalanya orang tua kehilangan kontrol sehingga mereka melakukan hal-hal yang tidak pantas. Meskipun tampak normal, sikap semacam ini seharusnya dihindari.

1.      Saya tidak salah, orang lain yang salah
 
Setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, benda lain & situasi tertentu,  dan dirinya selalu benar. Yang pantas untuk diberi peringatan sanksi, atau hukuman adalah orang lain yang
 
Akibatnya ketika dewasa
Sulit mengakui kesalahan diri sendiri ( sulit untuk intropeksi diri )
Selalu menyalahkan pihak lain atau situasi tertentu
Susah diberi masukan
.
 
2.      “Mengajari Anak untuk Membalas
 
Ketika anak memukul atau dipukul, sebagian orang tua biasanya tidak sabar melihat anaknya disakiti dan memprovokasi anak kita unutuk membalasnya.
Secara tidak langsung mengajari anak balas dendam.
 
Akibatnya ketika dewasa
Sering membalas, melawan balik atau membalikkan apa yang orang lain sampaikan kepadanya
 
 
3.      Televisi sebagai agen Pendidikan Anak
 
Banyak orang tua yang tidak mau pusing dan tidak mau repot untuk mendidik karakter anak sejak dini dan suk-kontrakan tanggung jawab mendidik ini kepada televisi, pembantu di rumah atau guru disekolah. Anak dibiarkan berjam-jam menonton TV supaya orang tua bisa melakukan aktivitas lain.
 
Akibatnya ketika dewasa:
Banyak pola pikir salah yang menetapkan dalam pikirannya
Kekerasan
Materialisme
Balas dendam
Sifat kurang kreatif dan produktif
Romantisme yang salah
 
 
4.      Mudah Terpancing Emosi
 
Ketika keinginan anak tidak terpenuhi, si anak sering kali rewel atau merengek, menangis, berguling dsb, dengan tujuan memancing emosi orang tua yang pada akhirnya ortu marah atau malah mengalah.
Jika terpancing, anak akan merasa menang, dan merasa bisa mengendalikan orang tuanya.
 
 
Akibatnya ketika dewasa:
Mudah manipulasi orang lain dengan pura2 sakit, minta dikasihani
Suka menuntut keinginannya dipenuhi √† bila tidak : malas – marah -  balas dendam
 
 
 
5.      “Berbohong Kecil – Tidak tepati janji
 
Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya.
Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi?
 
Akibatnya ketika dewasa:
Mudah janji pada orang lain, tetapi tidak menepati ( integritas )
Suka berbohong 
 
 
6.      “Banyak Mengancam”
 
“Adik, jangan naik ke atas meja! nanti jatuh dan nggak ada yang mau menolong!”
”Ini salah.....itu tidak benar...., nanti dihukum Bu Guru loh”
 “….nanti Mama/Papa marah!”
 
 
Akibatnya ketika dewasa:
Tidak percaya diri – takut salah
Kurang kreatif
 
 
 
7.      Memberi julukan yang buruk
 
Kebiasaan memberikan julukan yang buruk pada anak bisa mengakibatkan rasa rendah diri, tidak percaya diri/mimder, kebencian juga perlawanan.
 
Akibatnya ketika dewasa:
Minder
 
 
 
8.      Mengejek / Menggoda ( yang tidak disukai anak )
 
Orang tua yang biasa menggoda anaknya, seringkali secara tidak sadar telah membuat anak menjadi kesal. Hal ini akan membangun ketidaksukaan anak pada kita dan yang sering terjadi anak tidak menghargai kita lagi.
 
 
Akibatnya ketika dewasa:
Kurang hargai orang tua
Minder
 

  1. 9. Menghukum Anak Saat Kita Marah
 
Jangan pernah memberikan sanksi atau hukuman apa pun pada anak ketika emosi kita sedang memuncak, karena seringkali yang keluar dari mulut kita, akan cenderung menyakiti dan menghakimi dan tidak menjadikan anak lebih baik.
 
Akibatnya ketika dewasa:
Kepahitan / terluka
Tidak mudah mengampuni orang lain
Emosional ( pemarah , mudah tersinggung )
Sulit bekerja sama dalam team
 
 

10. Menekankan pada Hal2 yang Salah
 
Banyak orang tua yang sering bicara / berkomentar ketika anak2nya tidak akur, suka bertengkar, malas, nakal, ulangan jelek, dsb. Namun pada saat mereka bermain dengan akur, nilai bagus, rajin belajar, kita seringkali menganggapnya tidak perlu memberi komentar.
 
Akibatnya ketika dewasa:
Selalu melihat kekurangan orang, tidak bisa melihat kelebihan orang
Suka kritik
Tidak pernah puas 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Wikipedia

Hasil penelusuran

Ada kesalahan di dalam gadget ini

SPARKLING BLOGS

Photobucket

Tombol Share

Blog Archive

Total Tayangan Laman

Follow this blog with Bloglovin

Follow on Bloglovin
Diberdayakan oleh Blogger.

Video Bar

Loading...

Translate

WELCOME TO MY BLOG

Popular Posts

Social Icons

Followers

Featured Posts

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©