Pages

Sabtu, 19 Oktober 2013

S E M A N G A T !!


The Opening

~ Bete banget sih…
~ Ah, lagi males ni!
~ Ntar…Break dulu.
~ Cape ah!

The Prologue

Sering banget kan nemuin kata-kata diatas. Jangan-jangan itu malah udah jadi pakem di kamus sehari-hari kita. Nah lo… Semangat sangat fluktuatif, maksudnya naek turun, terkadang kalau semangatnya lagi tinggi, apa aja mau dikerjain kalau perlu non stop. Tapi kalo lagi males, ampun deh, maunyo seharian penuh di depan tivi, kerjaan Cuma leha-leha sambil, manjain diri, goyang kaki, bobok siang, please deh! Ya, memang semangat itu fluktuatif, tapi orang sukses nggak mengenal yang namanya naik turun. Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang paling bersemangat dalam bekerja, seorang teman yang kerja di perusaan Jepang sebagai programmer pernah cerita, semangat kerja orang jepang tinggi banget, kalo ngerjain sesuatu serius banget, datang paling pagi pulang paling belakangan. Kalo temen-temennya yang asli Indonesia (sorry deh, bukan mendiskreditkan, tapi ini cerita temen tadi lho…), satu komputer dipakenya rame-rame, bukan buat ngeliatin program sih, tapi ngobrol karena gak ada kerjaan. Kalo si-Jepang tadi serius mantengin komputernya, temen-temennya yang asli Indonesia tadi, diam-diam chatting, ampun…
Bangsa Jepang sangat terkenal sebagai pekerja keras dan memiliki semangat kerja sangat tinggi. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai. Gimana? Mau sukses? Semangat dan kerja keras dong.


The Advices
~ Ada pepatah lama bilang: “Apa yang kamu pikirkan akan menjadi kenyataan.”, weleh…Adalagi nih Seperti kata mbah Henry Ford juga: “Baik kamu berpikir kamu bisa, atau berpikir nggak bisa – kamu bener.” Mulai sekarang, kamulah yang men-setting pikiranmu, agar kamu berpikir, kalau kamu lah pemenangnya, tulis di tempat-tempat atau benda-benda pribadimu, dengan nasehat-nasehat bijak dan membangkitkan semangatmu. Mulai sekarang jaga selalu setting di dalam ruang pikiranmu, jangan sampai berpikir bahwa kamu bakalan gak bisa, kamu bakalan gagal, kamu bakalan dapat musuh yang jauh lebih hebat, no no no…Belum apa-apa aja udah kalah gitu loh! So, pikirkan apa yang ingin kamu capai, pegang kenceng-kenceng, kalau perlu kamu tulis dalam selembar kertas, dan bawa kemana aja kamu pergi.


The Analogy
Mempertahankan semangat, ibarat ngidupin api unggun. Sama seperti api unggun yang kalo diidupin butuh disulut dulu, pake korek api mungkin, gitu juga dengan semangat, butuh penyulutnya, nah itu lah yang dikatakan target, bisa juga orientasi. Makanya untuk menyalakan api semangat, kamu juga butuh iming-iming alias keuntungan dari yang bisa didapetin dari usaha itu. What next? Kayu api cadangan. Ya, kayu api cadangan gunanya mempertahankan agar jika api itu udah kehabisan kayu bakar, maka udah ada cadangan, sehingga api itu tetap akan bisa menyala. Untuk membuat semangatmu tetap menyala-nyala, kamu butuh cadangan kayu bakar, yaitu orang-orang di dekatmu, bisa keluarga atau teman. Caranya, cari teman-teman yang memiliki pandangan-pandangan yang positif, bersemangat tinggi, dan bisa dijadikan sumber motivasi. Jadi jikalau motivasi mulai meredup nyalanya, segera tambah lagi kayu bakar, bisa curhat bareng, minta nasehat, refreshing bareng, macem-macem deh.
            Memunculkan motivasi diri juga ibarat nyalain mesin. Yang dibutuhkan adalah pemicunya (pada kendaraan bermotor pemicunya adalah bensin). Pemicu tersebut terdapat pada ruang-ruang tertentu pada mesin. Agar motivasi muncul, “pemicunya” adalah visualisasi (visualitation), tanggung jawab (responsibility), kenyamanan dan kesukaan (excited) dan gerakan (move). “Pemicu” tersebut letaknya di ruang-ruang tertentu: mental (untuk visualisasi), spritual (untuk tanggung jawab), emosional (untuk kenyamanan/kesukaan), dan fisik (untuk gerakan). Jadi, “menghidupkan” empat sumber pemicu utama motivasi, yakni visualisasi, tanggung jawab, kenyamanan/kesukaan, dan gerakan pada hakekatnya “menghidupkan” empat dimensi manusia (mental, spritual, emosional, dan fisik). Jika sumber pemicu motivasi telah “hidup”, maka “hidup” juga motivasi diri kita. Semakin banyak dan besar “bahan bakar” yang menghidupkan sumber pemicu motivasi, maka semakin besar motivasi diri yang muncul. Pada saat itu semangat kerja menjadi membara.


Daily event
Biasanya, kalo ngeliat orang berhasil, pengennya sih bisa sama berhasilnya bahkan lebih lagi dari orang itu. Cari tahu gimana dia bisa berhasil, trus ngikutin dengan harap-harap cemas, akankah mampu mengikuti jejak keberhasilannya (please deh!). jarang banget orang yang punya keberanian untuk memulai sesuatu kalau belum pernah ada yang memulainya.  Untk menggapai target yang udah ditentuin, so pasti kita harus melalui proses untuk ngedapetinnya. Proses kadang memakan waktu yang panjang, lama, rumit, tapi ada yang sebaliknya, proses singkat dan mudah banget. Tapi banyak banget yang nggak sabaran nungguin hasil, pengennya yang instant, hingga kadang rela melakukan hal-hal yang melanggar batas norma.
            Misalnya aja nih, pengen ngedapetin beasiswa ke Luar Negeri, tapi syaratnya banyak banget, salah satunya, skor TOEFL  minimal 500 hingga 550, so pasti kalau semangat udah menyala, kita bakalan ngejar banget, rela ikutan kursus,  baca-baca, pokoke semua deh, pas tes TOEFL pertama, skor Cuma 350 sih oke-oke aja, ke dua, ke tiga, masih tetep semangat. BTW kalo ke empat kalinya tetep aja skor nya gak berubah alias tetep segitu gitu aja. Nah bagi mereka yang nggak memiliki motivasi kuat, alamat bakalan ancur orientasinya, keinginan untuk studi ke LN makin lama makin kabur. Rasa-rasanya episode perjuangannya cuma sampai di sana aja deh.


The solution
1. The best way is baca qur’an, tafsirnya juga lebih baek kalo mau paham artinya. Di dalam Qur’an, banyak banget ayat-ayat penggugah semangat, coba aja cari kalo nggak percaya.

2.      Cari satu motivasi terbesar dalam hidupmu
Boleh orang tua, adik, kakak, teman, siapa aja deh! Kalo perlu pajang fotonya di kamar, di dompet, di buku harian, trus tambahkan dengan tulisan-tulisan, misalnya nih, di samping foto ibumu, kamu tulis kata-kata:”ibu, gw pasti bisa mempersembahkan yang terbaik buat ibu.” Ato juga:”bu, gw tau ibu bakalan bahagia banget kalo gue lulus dengan nilai terbaek.”, bisa juga nih:”bu, gw rela gak dikasih duit jajan sehari kalo gw nggak dapat 20 besar!” Halah…

3.      Cari teman yang bisa membangkitkan motivasi dan bergaul lah dengan orang-orang sukses
Sukses bisa dalam hal apa aja, mungkin buka usaha mulai dari kecil hingga jadi besar, pelajar berprestasi, ibu rumah tangga yang punya putra putri berhasil. Orang sukses biasanya orang yang punya motivasi kuat dan ber-positive thinking. Ambill ilmu dan belajar dari pengalaman mereka sebanyak-banyaknya, jadikan itu motivasi, tetapi bukan berarti kamu juga harus menjadi seperti mereka, yang dibutuhkan adalah semangat mereka.

4.         Pikiran dan orientasi selalu untuk mencapai target tersebut
Fokuskan semua kemampuan dan perhatian pada target yang ingin dicapai, jangan bercabang! Kading nih, kalo neglihat orang sukses di bidang jasa konstruksi, kita pengen ikutan sukses di bidang yang sama, trus belum sempat kita melakuakan hal yang sama, ngeliat sodara sukses di bidanglain,eh… pengennya juga ikutan. Weleh,   selesaikan satu satu dulu. Kalau udah selesai satu urusan ini, kerjakan dengan sungguh yang lainnya.


5.      Nonton film yang bisa membangkitkan motivasi
Ini juga satu contoh cara untuk membangkitkan motivasi yang baik. Pernah nonton Malcolm X? Ato Pursuit of Happiness-nya will Smith?Kalo belum, kamu kayaknya perlu ngebuktiin kalo tu film emang bener bisa memotivasi kamu, kecuali emang kamu udah super parah banget kehilangan mental pemenangnya.Selain itu kamu juga bisa cari sendiri film-film motivator di rental ato toko VCD deket rumahmu (emang kalo jauh napa?)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Wikipedia

Hasil penelusuran

Ada kesalahan di dalam gadget ini

SPARKLING BLOGS

Photobucket

Tombol Share

Blog Archive

Total Tayangan Laman

Follow this blog with Bloglovin

Follow on Bloglovin
Diberdayakan oleh Blogger.

Video Bar

Loading...

Translate

WELCOME TO MY BLOG

Popular Posts

Social Icons

Followers

Featured Posts

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©