Pages

Rabu, 03 April 2013

2 Kisah Unik di Dunia


Hai guys,, well, kali ini aku mau menyuguhkan tentang Kisah Unik di Dunia yang dapat menggugah semangatmu, apa aja ya kira"? Yuks ini dia 5 Kisah Unik di Dunia :)

Kisah Nyata Gadis Kecil Yang Jadi Penari Kelab Malam




Hidup sebenarnya tak pernah benar-benar mudah bagi seorang yang punya harta sekalipun. Apalagi bagi anak berusia 9 tahun, Huang Doudou. Ini adalah kisah nyata yang pernah diulas oleh Dailymail. Bagaimana seorang anak di bawah umur harus membantu orang tuanya membiayai keluarga.
Mungkin Anda sudah banyak melihat anak-anak yang bekerja untuk membantu orang tua mereka meski usia mereka masih sangat kecil. Namun dapatkah Anda membayangkan seorang anak gadis yang belum sampai 10 tahun sudah harus bekerja dalam bingar kelab malam sebagai penari selama empat malam dalam seminggu?
Itulah yang dilakukan oleh Huang Doudou untuk membantu ekonomi keluarganya. Saat teman-temannya sedang enak tidur di kasur yang empuk dan hangat, mungkin Huang Doudou sedang sibuk merias wajahnya sebelum tampil menari di depan tamu kelab malam di dekat rumahnya di Urumqi, Mongol.

(c) lifeisrealbeauty.com

Huang tampil menggunakan baju menari, sepatu hak tinggi dan riasan wajah yang tebal dan emnor. Sangat tidak sesuai dengan anak seusianya yang bahkan belum terlalu mengenal makeup. Huang yang pemberani berkata, "Mungkin ini lucu, namun aku belum selesai melakukan pekerjaanku hingga jam 11 malam dan setelahnya aku masih harus mengerjakan PR untuk sekolah keesokan harinya."
Untuk pekerjaan ini, ia dibayar sekitar £80 sebulan atau sekitar Rp 1,2 juta per bulan. Ia harus menari Latin di depan orang-orang dewasa hingga malam hari tiba dan mendapatkan uang tersebut untuk bisa membantu perekonomian keluarganya yang memprihatinkan. "Aku senang menari dan kadang aku mendapatkan uang tip yang bisa kugunakan untuk membayar tagihan. Kadang aku lelah, namun ini adalah pekerjaan yang baik," ujar Huang polos.

(c) lifeisrealbeauty.com

Ibu Huang mengalami cacat sejak sebuah kecelakaan merenggut kemampuan kakinya. Sang ayah pun menderita radang perut yang parah sehingga tidak bisa mencari pekerjaan. Gadis kecil ini pun punya mimpi sederhana. Ia sangat ingin nonton bioskop. Suatu hari, ibu Huang memenangkan tiket nonton bioskop dan mereka sangat antusias hendak menggunakan tiket tersebut. Sayangnya, ketika mereka sempat menggunakan tiket tersebut, tiket mereka sudah kadaluwarsa.
(c) dailymail.co.uk

Yang diinginkan Huang mungkin bisa kita wujudkan sekejap saja dengan uang yang kita miliki. Meski masih kecil, namun Huang memiliki jiwa seperti orang 20-an tahun yang sudah mencari nafkah untuk hidup. Memberikan pelajaran pada kita bahwa meski hidup ini tak benar-benar mudah dan indah, namun jangan berhenti berusaha membuatnya menjadi mudah.
Semakin sering mengeluh, semakin kita terjatuh. Namun semakin kita berjuang, semakin kita kuat menghadapi badai yang menghadang. Mungkin kondisi kita terbatas, namun bila kita mau melihat, di luar sana ada kesempatan tanpa batas. (vemale.com) ^_^

(c) Facebook, South West News Perasaan ketika seseorang mengatakan bahwa mereka merindukan kita. Perasaan ketika seseorang mengatakan bahwa mereka masih ingat pada kita. Perasaan-perasaan ini adalah segelintir dari banyak perasaan yang paling luar biasa dalam hidup ini.
Kehidupan setelah mati memang masih menjadi misteri, namun Katie Scarbrough, seorang ibu berusia 32 tahun yang sedang meregang nyawa karena kanker yang menggerogotinya, sudah menyiapkan sebuah catatan online di sisa hari-harinya agar orang-orang yang ia kasihi selalu bisa mengingatnya setelah ia tiada nanti.

(c) dailymail.co.uk

Katie Scarbrough divonis menderita kanker usus ganas pada akhir Juni tahun lalu. Ia menjalani pengobatan kemoterapi demi melawan penyakit mematikan ini. Namun, pada bulan September, Katie dan suaminya, Stuart, menerima kenyataan pahit bahwa pengobatan itu gagal dan hanya 6 bulan waktu yang mungkin tersisa bagi Katie.
Katie memiliki anak-anak yang masih kecil, tentu ia tak ingin meninggalkan momen yang pahit bagi anak-anaknya. Sejak bulan Juli, ia pun mulai menulis blog online sembari mulai menjalani kemoterapi yang cukup menyiksanya. Blog ini ia tulis agar anak-anaknya bisa mengenang ibu mereka ketika sudah dewasa nanti. Berikut ini beberapa goresan curahan hati Katie dalam diary onlinenya.


 
 
Juli 8, 2012: Sudah 3 hari aku menjalani kemoterapi. Rasanya masih seperti mimpi, tapi juga seperti benar-benar terjadi padaku. Aku menuliskan ini seperti menulis tentang orang lain.
November 20, 2012: Apakah aneh bila aku cemburu pada suamiku yang bermain-main dengan anak-anakku, sedangkan aku ingin melakukan hal yang sama namun aku tak punya energi?
Januari 19, 2013: Ini adalah penyakit yang menyebalkan. Hal yang paling buruk adalah melihat ke kaca dan menyadari apa yang telah dilakukan penyakit ini padaku. Aku tak bisa mengenali diriku lagi. Aku tampak seperti penderita kanker, kurus, botak dan seperti orang anoreksia. Menjijikkan. 
 

Katie juga pernah menuliskan hal manis saat Valentine tiba. Ia mengatakan pada suaminya bahwa ia adalah ayah dan suami yang hebat. Ia ingin menghabiskan waktu dengan membuat lebih banyak kenangan manis bersama Stuart, suaminya,
Dalam tulisannya yang terakhir tanggal 15 Maret lalu, Katie menceritakan bahwa pengobatan tumornya tidak bisa menolong wanita dengan dua anak itu. Ia merasa ia semakin mendekati detik-detik akhir dalam hidupnya. Kanker telah merenggut segalanya dari Katie dan ia benci hal tersebut.

(c) Facebook.com

Kedua anak Katie mengetahui bahwa ibunya sedang sakit. Namun ia tak bisa mengungkapkan pada anak-anaknya seberapa berat penderitaan yang tengah dipikulnya saat ini. Mungkin sang anak tak bisa melihat blognya, namun Katie yakin bahwa anak tertuanya akan bisa melihat hal tersebut ketika ia sudah dewasa nanti. "Kedua anakku akan membaca apa yang dialami ibunya dan mereka akan tahu betapa aku sangat menyayangi mereka."
Di sisi lain, Katie masih ingin melakukan hal yang baik dalam hidupnya. Ia ingin menginspirasi orang-orang yang sedang sakit agar segera memeriksakan penyakitnya ke dokter atau menggalang dana bagi mereka. Hal itulah yang bisa membuatnya kuat dan bertahan.

(c) Facebook
(c) South West News

Hidup ini tak lepas dari cobaan dan tak ada cara lain selain menghadapinya. Kala kita sedang sakit, mungkin ada orang lain yang bahkan sudah tak bisa merasakan apa-apa. Saat kita sedang sakit masuk angin, mungkin ada penderita penyakit parah yang iri pada kita karena kita masih bisa berjalan dan melakukan sesuatu.
Apapun cobaan yang kita alami, selama diri ini masih mampu, berusahalah melakukan yang terbaik. Selama diri ini masih mampu, jangan berhenti membahagiakan orang lain, meski hanya dengan senyuman dan doa. Mari kita doakan Katie dan keluarganya agar diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Vemale.com :")

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Wikipedia

Hasil penelusuran

Ada kesalahan di dalam gadget ini

SPARKLING BLOGS

Photobucket

Tombol Share

Blog Archive

Total Tayangan Laman

Follow this blog with Bloglovin

Follow on Bloglovin
Diberdayakan oleh Blogger.

Video Bar

Loading...

Translate

WELCOME TO MY BLOG

Popular Posts

Social Icons

Followers

Featured Posts

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©