Langsung ke konten utama

The Chronicles of Narnia: Prince Caspian

Kategori:Film
JenisAnak-anak & Keluarga
Hi guys, ini film pertama kali aku tonton sewaktu menginap di Nusa Lembongan. Jadi pertama kali aku ngeliat ni film, aku langsung jatuh hati dan berencana menambah artikel di blog ini, hehe ;D. Menurut aku sih, film yang ini lebih bagus dari yang pertama yah. Kakakku juga setuju, nah kalau menurut kalian gimana ? :)

Cerita soal Narnia yang ini adalah tentang seorang Pangeran Caspian kesepuluh, yang mau dibunuh oleh pamannya, Miraz, yang ingin mengambil tahta sang Pangeran. Miraz sendiri membunuh sang ayah, King Caspian the Ninth, semata-mata untuk mengincar tahtanya.

Pada saat itupun, Narnia telah menjadi daerah yang tidak bersahabat, karena begitu banyak wilayahnya yang di-eksploitasi oleh orang-orang dari kerajaan Telmarine, yang diambil alih oleh Miraz waktu itu. Oleh karena itu penduduk Narnia pun menjadi sangat menderita dan membenci setiap orang dari kerajaan Telmarine; termasuk Pangeran Caspian ke-10, sebagai latar belakang cerita.

Pangeran Caspian (sebelum melarikan diri), telah dibekali oleh sebuah ‘horn’ yang jika ditiup, akan mendatangkan raja-raja dan ratu-ratu Narnia di masa lampau, Peter, Susan, Edmund dan Lucy. Berhubung Pangeran Caspian terjepit antara ‘warga’ Narnia dan tentara Kerajaan, ia pun meniup horn itu, yang artinya, mendatangkan kembali keempat petinggi Narnia di masa lampau.

Ketika keempat petinggi Narnia tersebut akhirnya sampai, mereka tidak dapat menemukan Aslan, ‘pejabat’ yang (akan selalu) ditinggikan di Narnia. Konon menurut ‘warga’ Narnia, Aslan meninggalkan mereka. Karena itulah, Peter, sebagai Raja Mahatinggi, memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini sendiri saja, maksudnya, tanpa harus mencari Aslan (very Peter sih menurut gue, rada sedikit emosional dan cukup ‘bossy’. Gak tau versi kalian yah).

Tindakan Peter yang pertama, ditambah dengan emosinya Pangeran Caspian, mengakibatkan begitu banyak warga Narnia yang mati di Kerjaan Telmarine, pada saat Narnia berencana untuk ‘menggrebek’ kerajaan tersebu (ini nih yang sempet buat aku nangis nontonnya)  Semua kesal dan saling menyalahkan. Pangeran Caspian sendiri, merasa ‘out of place’ dan akhirnya hampir diperdaya oleh para ‘pengkhianat’. Pangeran Caspian dibawa ke satu tempat, dimana the white witch (musuh Narnia di bagian pertama) berusaha untuk mendapatkan setetes darah dari Pangeran Caspian, hanya untuk bisa ‘hidup’ kembali. Namun tindakan tersebut akhirnya berhasil digagalkan setelah Edmund memecahkan medium es tempat white witch tersebut ‘bersembunyi’.

Sejak saat itu, Pangeran Caspian dan keempat petinggi masa lalu Narnia bekerja sama untuk mengalahkan Miraz, merebut tahta Caspian di Telmarine dan mengembalikan semua hak warga Narnia.



Narnia yang ini juga lebih lucu (kocak) dan aku dapat beberapa pelajaran dari situ, yaitu :

1. Kadang kita kurang percaya sama anak kecil. Tapi tau nggak, kebanyakan anak kecil itu masih polos dan punya hati yang lebih murni daripada orang dewasa. Makanya, mereka cenderung bisa lihat apa yang kita nggak bisa lihat. Intinya adalah punya hati yang tulus dan murni, membuat kita bisa ngeliat sesuatu lebih daripada yang bisa dilihat oleh mata biasa.

2. Jabatan kita tidak pernah membenarkan kita. Oleh karena itu, lebih sering lah mendengar pendapat orang, ketimbang (selalu) membenarkan pendapat sendiri. Punya second opinion laaahhh…

3. Kadang kita juga nggak percaya pada diri kita sendiri, sehingga kita jadi memilih jalan yang popular ketimbang kita mengambil hal yang nggak popular. Padahal, justru hal yang nggak popular itu yang bisa membawa kita ke tingkat tertentu. Btw, ini applicabilitynya case by case yah, nggak semua case.

4. Humility is one sign to be a leader.

Oh iya, sumpah aku nge-fans sama Aslan. Surainya itu loh. Terus, waktu dia mengaum, aaa,, Keren banget… jadi pengen punya singa :p
Yak sekian dan terima kasih ya guys  ;;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Taksonomi Pada Hewan dan Tumbuhan

1. Apa itu Taksonomi ?? ..

Dalam biologi, taksonomi merupakan cabang ilmu tersendiri yang mempelajari penggolongan atau sistematika makhluk hidup. Sistem yang dipakai adalah penamaan dengan dua sebutan, yang dikenal sebagai tata nama binomial atau binomial nomenclature, yang diusulkan oleh Carl von Linne (Latin: Carolus Linnaeus), seorang naturalis berkebangsaan Swedia. Ia memperkenalkan enam hierarki (tingkatan) untuk mengelompokkan makhluk hidup. Keenam hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut dari tingkatan tertinggi (umum) hingga terendah (spesifik) adalah : Phylum/Filum untuk hewan, atau Divisio/Divisi untuk tumbuhanClassis/Kelas,Ordo/Bangsa,Familia/Keluarga/Suku,Genus/Marga, danSpesies (Jenis).
Dalam tatanama binomial, penamaan suatu jenis cukup hanya menyebutkan nama marga (selalu diawali dengan huruf besar) dan nama jenis (selalu diawali dengan huruf kecil) yang dicetak miring (dicetak tegak jika naskah utama dicetak miring) atau ditulis dengan garis bawah. Aturan ini seh…

Teknik Mewarnai dengan Crayon

Banyak yg mengalami kesulitan ketika menggunakan crayon, terutama dalam hal kebersihan…ketika kita mewarnai sebuah bidang dengan crayon, lalu tanpa sengaja mengenai tangan, maka warna menjadi kusam / kotor…maka biasanya kita menggunakan tissue/sarung tangan untuk menutupi tangan kita ketika sedang mewarnai dengan crayon. So, intan disini mau berbagi info seputar cara mewarnai yang baik, dan apa aja yang diperlukan untuk mewarnai dengan crayon. Ini dia guys :)) Crayon ada 2 ( jenis) yaitu Oil pastel dan Wax : Crayon Oil Pastel merupakan krayon yang terbuat dari campuran minyak dan bubuk pewarna, sedangkan Crayon Wax merupakan krayon yang terbuat dari campuran lilin dan bubuk pewarna. Kedua jenis krayon ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oil pastel sifatnya tidak terlalu keras dan tidak terlalu licin, sedangkan Wax mempunyai karakter keras dan licin. Bila kita menengok kembali sejarah krayon, dahulu sebelum krayon diciptakan seniman lebih memilih menggunakan cat minyak dan akrilik sebag…

Macam Gerakan Dasar Tari Bali

Dasar-dasar tari bali ada 3, yaitu: 1. Agem
2. Tandang
3. Tangkep Pengertian agem, tandang, tangkep : 1. Agem Agem adalah sikap pokok dalam tari Bali yang tidak berubah-ubah.
Agem ada 2, yaitu agem kanan dan agem kiri. a. Agem kanan perempuan
• Kaki kiri didepan kaki kanan dengan posisi kepojok
• Jarak antara kaki kiri dan kaki kanan satu genggam/kepal
• Jari kaki kiri diangkat
• Posisi pantat kekiri (posisi ngood/lutut ditekuk)
• Tangan kanan sirang/sejajar mata, tangan kiri sirang/sejajar susu
• Telapak tangan menghadap kedepan
• Sledet ke kanan
• Berat badan di kaki kanan b. Agem kiri perempuan
• Kaki kanan didepan kaki kiri dengan posisi kepojok
• Jarak antara kaki kiri dan kaki kanan satu genggam/kepal
• Jari kaki kanan diangkat
• Posisi pantat kekanan (posisi ngood/lutut ditekuk)
• Tangan kiri sirang/sejajar mata, tangan kanan sirang/sejajar susu
• Telapak tangan menghadap kedepan
• Sledet ke kiri
• Berat badan di kaki kiri  c. Agem kanan laki-laki
• Posisi kaki kiri didepan kaki kanan (kepojok)
• Jarak an…