Langsung ke konten utama

7 Macam Tarian Bali


Siapa yang tidak mengenal tari Bali? Saya yakin semuanya pasti pernah lihat tari Bali ya,paling tidak tahu Tari Pendet.Lalu, tari Bali apa lagi yang kalian tahu? Saya mau bagi-bagi saja mengenai macam-macam tarian Bali. Sebenarnya tarian bali itu ada banyak, tapi saya tulis beberapa saja dan semuanya mempunyai makna atau cerita didalamnya. Check it out ! 




1. Tari Pendet

Tari ini sih biasanya diajarkan paling pertama kali jika kita ingin belajar tari Bali, karena tari Pendet ini semacam basic untuk bisa menari tarian yang lainnya. Di tarian ini, kalian akan mempelajari gerakan-gerakan dasar tari Bali. Tari Pendet ini ditarikan sebagai tari selamat datang untuk menyambut kedatangan para tamu dan undangan dengan menaburkan bunga, dan ekspresi penarinya penuh dengan senyuman manis. Pada awalnya  tarian ini ditujukan untuk ibadah di pura, yang melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke dunia.

Tari Pendet

2. Tari Manukrawa

Kalau merujuk pada kata ‘manuk’, pasti sudah bisa menebak bahwa tari ini berhubungan dengan burung. Ya, tari ini menggambarkan sekelompok burung rawa-rawa yang sedang bercanda ria sambil mencari makan. Tari ini biasanya sih untuk anak kecil, bukan untuk dewasa. Secara, tarian ini ada jongkok-berdiri nya, dan lumayan capek. Kalau orang dewasa, nanti encok-encok. Hehe. Saya pribadi, sangat menyukai tarian ini, karena gamelannya asyik sekali. Gerakannya juga lucu-lucu. Setahu saya, sebelumnya tari ini dulunya adalah bagian dari tari Sendratari Mahabrata. Yang pasti tari ini ditarikan secara berkelompok.

Manukrawa

3. Tari Panji Semirang

Tari Panji Semirang ini adalah tarian yang menggambarkan seorang putri raja bernama Galuh Candrakirana, yang menyamar menjadi seorang lelaki setelah kehilangan suaminya. Dalam pengembaraannya ia mengganti namanya menjadi Raden Panji. Otomatis, untuk tarian ini kita harus gagah, sama sekali tidak boleh ada keselip gerakan wanitanya. Hehe. Namanya juga sedang menyamar. Tarian ini ditarikan oleh wanita ya, bukan laki-laki.

Panji Semirang
4.Tari Cendrawasih

Tari ini mungkin bisa dibilang satu tipe dengan tari Manukrawa, tapi bedanya ini ditarikan oleh perempuan yang sudah remaja atau dewasa. Tarian ini menggambarkan sekelompok burung Cendrawasih yang bertebrangan menikmati alam bebas, riang gembira, bercanda, sambil memadu kasih. Tarian ini ditampilkan secara berkelompok atau paling tidak dua orang. Indah banget kalau lihat tarian ini. :)

Cendrawasih

5.Tari Legong Bali

Tari Legong adalah salah satu tari klasik Bali yang dibawakan oleh penari wanita. Pengambilan kata Legong  dalam tarian ini merupakan penggabungan dari kata ‘leg’ dan ‘gong’. Kata ‘leg’ berarti luwes, lentur dan dinamis sebagai pengambaran dari gerakan tari yang dibawakan oleh para penari wanita dan ‘gong’ yang berarti gamelan sebagai alat musik yang mengiringi tarian ini. Tari legong bali bisa dibawakan secara solo/sendiri bisa juga dibawakan secara berpasangan. Baik diawali dengan penampilan tokoh Condong ataupun tidak. Ciri khas dari tarian klasik adalah pemakaian kipas oleh para penari, tokoh yang tidak menggunakan kipas pada tarian ini adala tokoh yang memerankan tokoh Condong.
Tari Legong Bali

6.Tari Belibis
Tari ini diilhami oleh cerita Angling Dharma yang merupakan seorang Raja. Pernah nonton Angling Dharma tidak dulu waktu masih disiarkan di salah satu tv swasta? Sudah lupa ya? Hehe. Jadi, karena suatu hal ia harus meninggalkan kerajaannya dan merantau dari satu daerah ke daerah lain. Dalam pengembaraannya, Angling Dharma bertemu dengan seorang putri raksasa pemakan manusia. Raksasa merasa khawatir rahasianya diketahui oleh Angling Dharma, dikutuklah Angling Dharma menjadi seekor burung Belibis yang hidup di air. Tarian ini biasanya ditarikan oleh perempuan secara berkelompok .
Tari Belibis
7.Tari Margapati

Tarian ini agak mirip dengan Panji Semirang. Tapi ceritanya berbeda. Tarian ini menggambarkan seorang pemuda yang sangat gagah berani dan pantang menyerah, dan dilukiskan sebagai raja binatang (Singa). Saya suka tarian ini, terutama dalam memainkan mata. Banyak melototnya kalau disini. Hehe. Gerakannya tegas sekali. Margapati ini berasal dari kata ‘mrega’ yang artinya binatang, dan ‘pati’ yang artinya mati. Di tarian ini terdapat gerakan-gerakan yang mencerminkan bahwa si raja hutan sedang mengintai dan siap membinasakan mangsanya. Biasanya ditarikan oleh wanita. Mantap kan, wanita bisa juga lho jadi gagah. Hehe.
Margapati

Anda dapat melihat pertunjukan tari Bali di pusat kesenian Ubud Bali. Ubud adalah tempat yang harus Anda kunjungi jika Anda ingin melihat tari Bali. Berbagai tari Bali diadakan secara rutin di berbagai tempat di Ubud. Klik di sini jika Anda ingin mencari hotel atau penginapan lain di daerah Ubud. Berikut adalah berbagai tempat dan jadwal di mana Anda dapat melihat tari Bali :

Tari Legong
  • Panggung Terbuka Arma, Ubud: setiap hari Minggu pada pukul 07.30
  • Panggung Balerung, Ubud: setiap Selasa pukul 07.30
  • Desa Peliatan, Ubud: setiap hari Jumat dan Sabtu pada pukul 07.30
  • Desa Ubud, Ubud: setiap hari Senin, Rabu, Kamis, dan Minggu pada pukul 07.30
  • Panggung Peliatan, Peliatan: Ubud, setiap hari Jumat pukul 06.30
  • Puri Temple, Ubud: setiap hari Sabtu pukul 07.30
  • Pura di Desa Kutuh, Ubud: setiap Kamis pukul 07.30
  • Pura Taman Sari, Ubud: setiap hari Minggu pada pukul 07.30
  • Puri Agung Peliatan, Ubud: setiap hari Minggu pada pukul 07.30
  • Puri Kaleran Peliatan, Ubud: setiap Selasa pukul 07.30 Puri Saren, Ubud: setiap hari Minggu pada pukul 07.30
  • Panggung Taman Sari, Ubud: setiap hari Rabu pukul 07.30

Tari Barong dan Kris
  • Arma Museum, Ubud: setiap hari Jumat pada pukul 05.30
  • Banjar Abasan Singapadu, Gianyar: setiap hari pukul 09.30
  • Banjar Suwung Kauh, Denpasar: setiap hari pukul 09.30
  • Pura Padang Kerta, Ubud: setiap hari Senin pukul 07.00
  • Panggung Kesiman, Denpasar: setiap hari pukul 09.30
  • Panggung Padang Galak, Denpasar: setiap hari pukul 09.30
  • Pura Dalem Ubud, Ubud: setiap hari pukul 07.30
  • Ubud Water Palace, Ubud: setiap Kamis pukul 07.30
  • Panggung Sila Candra, Batubulan, Sukawati: setiap hari pukul 09.00
  • Panggung Sahadewa, Batubulan, Sukawati: setiap hari pukul 09.00
  • Panggung Denjalan, Batubulan, Sukawati: setiap hari pukul 09.00
  • Banjar Abasan Singapadu: setiap hari pukul 09.30
Tari Kecak
  • Panggung terbuka Arma, Ubud, setiap bulan purnama: pukul 07.00
  • “Werdhi Budaya” Art Center Denpasar: setiap hari pukul 06.30
  • Banjar Bona Kangin, Gianyar: setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 06.00
  • Pura Padang Kerta, Ubud: setiap Selasa pukul 07.30
  • Desa Baha, Mengwi, Badung: berdasarkan permintaan.
  • Desa Junjungan, Ubud: setiap hari Senin pukul 07.00
  • Padang Tegal, Ubud: setiap hari Rabu, Sabtu, dan Minggu pukul 07.00
  • Pura Batukaru: setiap Kamis pukul 07.30
  • Pura Taman Kaja, Ubud: setiap hari Rabu pukul 07.30
  • Pura Dalem Ubud, Ubud: setiap hari Jumat pada pukul 07.30
  • Pura Taman Sari, Ubud: setiap Kamis pukul 07.30
  • Pura Uluwatu, Badung: setiap hari pukul 06.00
  • Puri Agung Peliatan, Ubud: setiap Kamis pukul 07.30
Sendratari “Arjuna Tapa”
  • Pura Jaba, Desa Kutuh, Ubud: setiap hari Senin pukul 07.30
Wayang Bali
  • Monkey Forest, Ubud: setiap Selasa pukul 08.00
  • Oka Kartini, Desa Tebesaya, Peliatan, Ubud: setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu pukul 08.00
  • Puri Kaleran Peliatan: setiap hari Sabtu pukul 07.30
Tari Topeng
  • Museum Arma: setiap Rabu pukul 07.00
  • Restoran Penjor, Sanur: setiap Sabtu pukul 20.15
Tari Calonarang
  • Desa Mawang, Ubud: setiap Kamis dan Sabtu pukul 07.00
  • Menara Hotel, Ubud, Gianyar (0366-977080): setiap hari Jumat pukul 08.00
Tari Tektekan
  • Malam Puri, berdasarkan permintaan
  • Puri Anyar Kerambitan Tabanan, berdasarkan permintaan
Sendratari Leko dan Janger
  • Puri Anyar Kerambitan Tabanan, berdasarkan permintaan
Sendratari Drama Abimanyu
  • Panca Arta, Ubud: setiap Kamis pukul 08.00
Sendratari Drama Mahabaratha
  • Br.Teges, Peliatan: setiap Selasa pukul 06.30
Sendratari Drama Ramayana
  • Ubud Kelod, Ubud: setiap hari Rabu pukul 07.30
  • Menara Hotel, Jln. Raya Ubud – Gianyar (0366-977980): setiap Selasa dan Rabu pukul 07.00
  • Banjar Buni Kuta: setiap hari Senin dan Kamis pukul 08.00
** Semua data diambil pada tanggal 1 Juli 2012.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Taksonomi Pada Hewan dan Tumbuhan

1. Apa itu Taksonomi ?? ..

Dalam biologi, taksonomi merupakan cabang ilmu tersendiri yang mempelajari penggolongan atau sistematika makhluk hidup. Sistem yang dipakai adalah penamaan dengan dua sebutan, yang dikenal sebagai tata nama binomial atau binomial nomenclature, yang diusulkan oleh Carl von Linne (Latin: Carolus Linnaeus), seorang naturalis berkebangsaan Swedia. Ia memperkenalkan enam hierarki (tingkatan) untuk mengelompokkan makhluk hidup. Keenam hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut dari tingkatan tertinggi (umum) hingga terendah (spesifik) adalah : Phylum/Filum untuk hewan, atau Divisio/Divisi untuk tumbuhanClassis/Kelas,Ordo/Bangsa,Familia/Keluarga/Suku,Genus/Marga, danSpesies (Jenis).
Dalam tatanama binomial, penamaan suatu jenis cukup hanya menyebutkan nama marga (selalu diawali dengan huruf besar) dan nama jenis (selalu diawali dengan huruf kecil) yang dicetak miring (dicetak tegak jika naskah utama dicetak miring) atau ditulis dengan garis bawah. Aturan ini seh…

Teknik Mewarnai dengan Crayon

Banyak yg mengalami kesulitan ketika menggunakan crayon, terutama dalam hal kebersihan…ketika kita mewarnai sebuah bidang dengan crayon, lalu tanpa sengaja mengenai tangan, maka warna menjadi kusam / kotor…maka biasanya kita menggunakan tissue/sarung tangan untuk menutupi tangan kita ketika sedang mewarnai dengan crayon. So, intan disini mau berbagi info seputar cara mewarnai yang baik, dan apa aja yang diperlukan untuk mewarnai dengan crayon. Ini dia guys :)) Crayon ada 2 ( jenis) yaitu Oil pastel dan Wax : Crayon Oil Pastel merupakan krayon yang terbuat dari campuran minyak dan bubuk pewarna, sedangkan Crayon Wax merupakan krayon yang terbuat dari campuran lilin dan bubuk pewarna. Kedua jenis krayon ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oil pastel sifatnya tidak terlalu keras dan tidak terlalu licin, sedangkan Wax mempunyai karakter keras dan licin. Bila kita menengok kembali sejarah krayon, dahulu sebelum krayon diciptakan seniman lebih memilih menggunakan cat minyak dan akrilik sebag…

Macam Gerakan Dasar Tari Bali

Dasar-dasar tari bali ada 3, yaitu: 1. Agem
2. Tandang
3. Tangkep Pengertian agem, tandang, tangkep : 1. Agem Agem adalah sikap pokok dalam tari Bali yang tidak berubah-ubah.
Agem ada 2, yaitu agem kanan dan agem kiri. a. Agem kanan perempuan
• Kaki kiri didepan kaki kanan dengan posisi kepojok
• Jarak antara kaki kiri dan kaki kanan satu genggam/kepal
• Jari kaki kiri diangkat
• Posisi pantat kekiri (posisi ngood/lutut ditekuk)
• Tangan kanan sirang/sejajar mata, tangan kiri sirang/sejajar susu
• Telapak tangan menghadap kedepan
• Sledet ke kanan
• Berat badan di kaki kanan b. Agem kiri perempuan
• Kaki kanan didepan kaki kiri dengan posisi kepojok
• Jarak antara kaki kiri dan kaki kanan satu genggam/kepal
• Jari kaki kanan diangkat
• Posisi pantat kekanan (posisi ngood/lutut ditekuk)
• Tangan kiri sirang/sejajar mata, tangan kanan sirang/sejajar susu
• Telapak tangan menghadap kedepan
• Sledet ke kiri
• Berat badan di kaki kiri  c. Agem kanan laki-laki
• Posisi kaki kiri didepan kaki kanan (kepojok)
• Jarak an…