Pages

Sabtu, 16 Juni 2012

Rahasia Perut Rata


Ini pengalaman nyata semua orang: ada hari-hari saat Anda merasa perut kembung, seolah membesar seperti balon raksasa. Karena Anda juga paham bahwa makan pie buah peach tiga potong dalam sekali waktu santap bukan ide bagus, jadi, pasti bukan itu penyebabnya. Lalu apa? Mengapa setelah teratur berolahraga dan makan dengantertib Anda masih mengalami kesulitan saat mengancingkan celana?
"Penyebab utama perut buncit bukan besar kecilnya porsi makanan. Yang harus diperhatikan adalah jenis makanan yang diasup. Mengonsumsi bahan makanan tertentu yang sulit dicerna oleh lambung dan usus bisa membuat perut jadi penuh gas hingga membengkak," kata Christine Gerbstadt, M.D, R.D., ahli diet dari Sarasota, Florida, yang juga juru bicara the American Dietetic Association. "Bahan-bahan tertentu yang sulit dicerna tersebut saat melewati usus besar akan bersentuhan dengan bakteri usus yang kemudian menyebabkannya memproduksi gas dan bisa membuat perut jadi terasa tak nyaman." Sebuah penelitian dari University of Utah di Salt Lake City menyimpulkan bahwa kira-kira 20 persen orang dewasa mengalami sensasi perut kembung ini. “Dan angka itu bisa saja menjadi makin besar. Pengalaman saya, pasien perempuan mengeluhkan pernah mengalami perut kembung paling tidak sekali dalam jangka waktu tertentu,” tutur dr. Gerbstadt. “Berita baiknya, dengan pola makan sederhana dan sedikit perubahan gaya hidup, perut buncit bisa dihindari.”
Ikuti beberapa tip berikut dan dapatkan perut rata...selamanya!

Jangan malas bergerak
Jika merasa baju di bagian pinggang menyempit setelah makan malam, keluarlah dari rumah, lakukan jalan santai sekitar 10 menit. “Aktivitas fisik menolong organ perut mengeluarkan gas dari pencernaan dengan lebih cepat,” kata Dr. Gerbstadt. Nah, gas inilah yang akan sangat mengganggu jika Anda santai-santai di sofa seusai makan. Jadi, lebih baik bergerak daripada diam. Jangan lupa, saat hari-hari pesta yang membuat Anda makan besar, menghindari olahraga adalah ide terburuk. Para peneliti Swedia meyakini bahwa olah tubuh ringan, seperti 30 menit bersepeda tiga kali seminggu, akan membasmi rasa tak nyaman di perut dan mempermudah proses pembuangan.

Akrabi probiotik
Kadangkala perut kembung disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di dalam usus. “Hal ini mungkin terjadi saat Anda harus mengonsumsi obat-obatan antibiotika, terutama untuk penyakit di saluran kemih atau infeksi sinus,” demikian penjelasan Sita Chokhavatia, M.D, seorang gastroenterologist di Mount Sinai School of Medicine di New York City. Probiotik bisa menjaga keseimbangan bakteri usus. Menurut penelitian di Nortwestern University, bifidobacterium infantis adalah jenis probiotik yang sudah terbukti bisa meredakan kembung. Dr. Chokhavatia menyarankan mengonsumsi probiotik selama dua minggu sebelum membuktikan keampuhannya.

Batasi susu
Satu dari sepuluh orang dewasa tidak bisa mencerna laktosa, dan perut kembung bisa disebabkan oleh hal ini. Demikian hasil penelitian di Baylor College of Medicine pada 2009. jika Anda mencurigai bahwa susu, yoghurt, dan produk berbahan susu sapi lain sebagai biang keladi perut kembung, tidak perlu lalu serta merta menghentikan konsumsinya, karena tentu saja Anda masih membutuhkan kandungan vitamin susu, misalnya kalsium dan protein. Setelah diteliti oleh National Institute of Health, terbukti bahwa seseorang yang lactose-intolerance tetap bisa mencerna 12 gram laktosa yang setara dengan secangkir susu, tanpa harus mengalami efek samping. “Seseorang yang alergi terhadap laktosa sebaiknya mengatur waktu konsumsi susu sepanjang hari. Misalnya, setengah gelas susu untuk sarapan dengan sereal di pagi hari, lalu sepotong keju dengan biskuit di sore hari,” demikian Tara Gidus, R.D., ahli nutrisi dari Orlando, Florida. Ditambahkannya, “Pilih produk yang merupakan olahan yoghurt atau keju,s eperti cheddar atau provolone, karena jenis ini lebih mudah dicerna.” Jika memang tubuh Anda sama sekali tak bisa menerima laktosa yang dibuktikan dengan perut kembung setelah mengonsumsinya meski sedikit saja, segera beralih ke produk bebas laktosa.

Bernapas perlahan
Pernah mengalami hal ini: merasa sangat ingin ke toilet sesaat sebelum marathon dimulai? Rasanya seperti saat harus memulai presentasi penting. Nah, artinya, Anda sedang mengalami kecemasan yang lalu mempengaruhi saluran pembuangan. “Saat dilanda kecemasan, tubuh mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin, yang kemudian memicu pencernaan bekerja lebih giat,” penjelasan dari Yuri Saito, M.D., pakar kesehatan di the Mayo Clinic Rochester, Minnesota. Akibatnya, perut terasa penuh gas, kembung, dan rasanya penuh hingga mendesak Anda segera ke toilet. Faktor tambahan yang perlu diperhatikan: saat stres, seseorang bisa saja ingin mengunyah tanpa henti atau lalu makan sesuatu yang ‘salah’ yang tentunya seperti menambah tenaga pada pencernaan agar bekerja lebih keras.
Akibatnya perut jadi bermasalah. Jika memang stres yang memicu perut Anda jadi tak nyaman, cara mencegahnya bisa dilakukan lewat terapi tingkah laku atau hypnotherapy. Sebuah penelitian di Kanada tahun 2009 membuktikan bahwa terapi penyelarasan pikiran dan tindakan efektif mengatasi sindrom pencernaan, misalnya sulit buang air besar dan kembung. Meditasi juga bisa jadi pilihan. Yang lebih mudah lagi adalah mengatur napas. Bernapas perlahan melalui hidung bisa menenangkan pikiran. Latihlah pernapasan setiap hari. Caranya: duduk di tempat yang sepi dan tenang, tutup mata, tarik napas perlahan lewat hidung, pelan saja sampai sepuluh hitungan, hembuskan lewat mulut, juga perlahan. Ulangi hingga sepuluh kali. Pusatkan perhatian pada napas dam posisi duduk tegak.

Jangan lupa serat
Banyak sekali iklan sereal yang mengklaim produknya tinggi serat. Wajar jika Anda lalu berpikir produk tersebut tepat dikonsumsi. “Sayangnya, pada kenyataannya, beberapa produk menambahkan kandungan serat dari olahan akar chicory, atau inulin, yang lebih sulit dicerna usus,” kata Kristin Kirkpatrick, R.D., wellnes manager untuk Cleveland Clinic Lifestyle 180. seseorang yang mengonsumsi sejumlah besar inulin dalam sekali asup, misalnya 10 gram, akan mengalami kondisi perut kembung lebih sering dibanding yang mengonsumsi lebih sedikit inulin. Inilah penelitian dari University of Minnesota di saint Paul. Solusinya: konsumsi serat alami, dari sayur dan buah, atau dari beras yang tidak disosoh. Konsumsi roti gandum atau pasta gandum lebih sehat dibanding produk tinggi serat hasil olahan pabrik. Mulai sekarang, selalu baca teliti label makanan di kemasan sereal favorit Anda, jika mengandung serat chicory, kemungkinan besar produk itu mengandung inulin.

Waspada gula
Sebagian produk minuman dan permen tanpa gula mengandung pemanis sorbitol. “Meskipun kalorinya sedikit, sorbitol tak bisa dicerna, hingga memicu kelenjar-kelenjar enzym di perut bekerja lebih keras,” kata Gidus. Ketika pasien dengan keluhan perut kembung disarankan mengonsumsi makanan bebas sorbitol dan tanpa gula, hampir setengah dari mereka berhenti mengalami gejala perut kembung. Peraturan FDA mewajibkan produsen menuliskan peringatan dalam label jika ada efek samping akibat konsumsi lebih dari 50 gram sorbitol. Pada kenyataannya, konsumsi 10 gram saja sudah membuat perut bermasalah. Dan jangan salah, sorbitol sering kali dikonsumsi tanpa sadar, karena sebutir permen bisa saja mengandung 1.225 gram zat ini.


Kurangi lemak
Setelah makan onion ring Jumat malam, kok di Sabtu sore masih merasa ada onion ring itu di perut ya? Hal yang sangat mungkin mengingat makanan berlemak tinggi bisa tertahan di perut lebih lama, yang lalu menyebabkan perut terasa penuh. Sebuah penelitian di Australia menemukan hubungan jelas antara pola makan dan gejala perut buncit yang dialami perempuan. “Saya menemukan beberapa perempuan yang menyangka tubuhnya tak bisa mencerna laktosa karena merasa perut kembung setelah makan es krim. Setelah diteliti, bukan susu dalam es krim,” kata Kirkpatrick. Bukan berarti Anda lalu menghindari lemak sama sekali. “Makanan yang mengandung ‘lemak baik’, seperti avokad, minyak zaitun dan beberapa jenis kacang tak memicu produksi gas,” kata Dr. Gerbstadt. “Jadi, selalu konsumsi lemak baik ini dengan produk hewani tinggi protein semacam ikan atau ayam yang akan membantu pencernaan.’


Makan brokoli
Memang brokoli bisa memicu produksi gas di perut. Tapi, rutin mengonsumsi bahan pemicu gas semacam kubis atau tauge dan bawang bisa melatih tubuh beradaptasi. “Salah satu pasien saya bermasalah dengan produk ini jika mengonsumsinya dalam jangka waktu panjang, misalnya hanya sekali seminggu,” kata Kirkpatrick. “Ternyata reaksi tersebut muncul karena pencernaan mereka tak terbiasa mencerna makanan-makanan tersebut, akibatnya, organ pencernaan memroduksi gas dan perut jadi kembung.”


Santai saja
"Sebagian besar pasien saya adalah wanita karier yang sangat sibuk hingga terpaksa makan sambil menyetir saat menuju ke kantor," kata Jeanie GazzanigaMoloo, Ph. D., R.D., juru bicara the American Dietetic Association. “Masalahnya, makan sambil bergerak artinya menyuap dalam jumlah besar tanpa sempurna mengunyahnya. Jadi, Anda kemungkinan menelan makanan dan sejumlah besar udara.” Sarannya, luangnya 15 hingga 20 menit khusus untuk makan, meskipun melakukannya di mobil atau sambil berjalan. “Tarik napas di antara tiap suapan dan kunyah dengan mulut tertutup. Makan dengan mulut tertutup memaksa Anda bernapas lewat hidung yang artinya menenangkan dan memperlambat kerja pencernaan.” Lebih jauh, jika minum, hindari sedotan yang juga lebih mudah “disusupi” udara.


Teliti suplemen
Jika mengasup suplemen kalsium, pelajari dulu kandungannya. Suplemen yang berisi calsium carbonate kemungkinan besar memicu produksi gas karena lebih sulit dicerna usus dibandingkan suplemen yang mengandung calcium citrate. Penelitian ini dikeluarkan oleh the National Institute of Health. Mengonsumsi suplemen dengan minuman yang mengandung asam seperti jus jeruk atau jus anggur bisa membantu penyerapan kalsium lebih baik. Banyak keluhan perut kembung dilontarkan mereka yang mengonsumsi suplemen omega-3. “Coba masukkan suplemen ke kulkas, dan konsumsi dalam keadaan dingin. Suplemen dingin ditengarai lebih sedikit menimbulkan gas saat dikonsumsi.”


Kurangi manis
Fruktosa, pemanis yang bisa ditemukan di sirup, madu atau minuman bersoda bisa jadi sumber masalah perut Anda. Tiga dari empat narasumber penelitian di University of  Iowa, yang mengalami perut kembung, ternyata alergi fruktosa, bukan berarti Anda harus stop mengonsumsi makanan manis. “Tak ada masalah jika sumber manisnya adalah buah-buahan, dan konsumsinya tidak dilakukan sekaligus dalam satu waktu makan. Yang harus dihindari adalah makanan olahan atau minuman yang dibuat dari corn syrup, seperti minuman dengan pemanis buatan atau minuman soda,” kata Dr. Saito. Jus buah kemasan juga bisa memicu serangan perut, karena konsentratnya yang lebih pekat.


Alergi
Jika perut kembung diiringi sesak napas, barangkali Anda alergi. “Jika hidung tersumbat, Anda terpaksa bernapas lewat mulut. Yang artinya memasukkan juga banyak udara ke dalam perut,” kata Dr. Saito.


Pilih-pilih makanan cepat saji
Jika makan masakan China, pilihan sehat bisa saja berupa sayuran rebus. “Tapi waspada, karena banyak sayuran, misalnya bok choy, yang bisa memproduksi gas. Jadi tak sesuai bagi Anda yang mudah kembung,” kata Jackie Keller, ahli nutrisi yang sering menangani selebritas Hollywood.


Hindari garam
Anda tentu sudah sering mendengar hal ini: garam membuat tubuh menyimpan air. Bagus jika Anda sedang bersiap ikut marathon. Tapi jika sedang berupaya menurunkan lingkar pinggang, sebaiknya hindari garam. “Sumber terbesar biasanya saus salad yang dihidangkan di restoran,” kata Keller. Jika ingin aman, minta pelayan memisahkan saus dari sayur, atau lebih baik, minta saja minyak zaitun untuk salad Anda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Wikipedia

Hasil penelusuran

Ada kesalahan di dalam gadget ini

SPARKLING BLOGS

Photobucket

Tombol Share

Blog Archive

Total Tayangan Laman

Follow this blog with Bloglovin

Follow on Bloglovin
Diberdayakan oleh Blogger.

Video Bar

Loading...

Translate

WELCOME TO MY BLOG

Popular Posts

Social Icons

Followers

Featured Posts

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©