Langsung ke konten utama

10 Hal Darurat Tentang Shampo

Ada berbagai rahasia di balik shampo yang kami sibak di sini. Mari kita intip bersama-sama.

1. Ber-shampo bukanlah bagian paling penting dari kegiatan mencuci rambut. 

Anda bisa membeli produk shampo yang paling mahal, namun jika tidak digunakan dengan tepat, maka takkan ada hasil yang memuaskan. "Memijat kepala dan rambut, sama seperti membilas, justru merupakan bagian terpenting dalam kegiatan mencuci rambut," ujar penata rambut selebritis, Riccardo Maggiore. Ahli rambut keriting, Ouidad, menyarankan Anda menggunakan ujung jari untuk memijat kepala selagi Anda ber-shampo demi mengangkat kotoran sehingga folikel rambut bisa tumbuh lebih sehat. Dan, selalu pastikan membilas semua sisa shampo hingga bersih agar tak ada sisa shampo yang tertimbun di kulit kepala. 

2. Bahan alami tak selalu lebih baik.

Hanya karena sebuah produk shampo mengandung bahan alami, tak berarti bahwa produk tersebut selalu cocok untuk... rambut Anda. "Lemon contohnya, bisa menimbulkan iritasi kulit kepala dan folikel rambut," ujar Maggiore. "Sedangkan mint dan mentol, mungkin saat digunakan di salon bisa memberi efek melembutkan, namun juga bisa menimbulkan reaksi alergi ketika digunakan di rumah." Lebih baik Anda tak memilih shampo dari acuan bahan tertentu saja, sebab biasanya semua itu sudah diformulasi khusus dan diseimbangkan oleh ahlinya. 

3. Jangan mengharapkan hasil yang sama dengan gadis di iklan. 

Hanya karena gadis di iklan menyibakkan rambut indahnya atas nama sebuah produk shampo, namun tak berarti hasil yang sama berlaku juga buat Anda. Sebab di samping shampo yang (diakuinya) dipakai, pastinya ia juga rajin melakukan perawatan rambut lainnya yang membuat rambutnya layak tampil di layar kaca. 

4. Lebih sedikit lebih baik. 

Menurut Maggiore, menggunakan terlalu banyak shampo demi menghasilkan busa berlimpah sebenarnya mubazir. "Busa memang bisa membantu Anda mengaplikasikan shampo pada seluruh bagian kepala dan rambut, namun terlalu banyak busa justru mencegah jari-jari untuk memijat kepala dengan maksimal."

5. Meski sebuah produk menggembar-gemborkan bahannya yang jempolan, namun hasilnya mungkin biasa saja.

"Saya tahu beberapa produk yang mengaku mengandung minyak zaitun atau kaviar," ujar penata rambut selebriti Philip Pelusi, pemilik Tela Design Studio (New York City). "Untuk hasil berbeda, shampo perlu mengandung bahan baru sebesar 1-5%. Ketika produsen menjanjikan hal besar, biasanya mereka menyediakan hasilnya sesegera mungkin, sehingga Anda mungkin mendapatkan perubahan pada momen-momen pertama penggunaan. Namun, bisa jadi rambut kembali bermasalah setelah pemakaian dalam jangka waktu lama."

6. Anda bisa membeli shampo bermerek di toko obat. 

Siapa bilang bahwa shampo di toko obat memiliki kualitas lebih rendah? "Dengan keadaan ekonomi seperti sekarang, banyak perusahaan menemukan cara berbeda untuk memasarkan produk mereka," ujar Ouidad. 

7. Rambut warna perlu lebih sering menggunakan clarifying shampoo. 

Jika rambut sering mendapat sentuhan bahan kimia, maka Anda perlu menggunakan clarifying shampoo lebih rutin. "Rambut diwarna atau di-highlight biasanya lebih keropos. Jadi mudah sekali baginya untuk menyerap bahan kimia dari luar, seperti hairspray, polusi udara, dan bahkan mineral dari air pancuran. Menggunakan clarifying shampoo secara rutin bisa membantu menetralkan bahan-bahan yang tak diinginkan tersebut. 

8. Rambut Anda tak selalu sesuai dengan shampo sepanjang waktu.

Jika Anda menemukan bahwa shampo tak berhasil seperti yang diinginkan, jangan segera buang botolnya. "Rambut Anda bisa berubah seiring bergantinya musim," ujar Ouidad. "Atau, jika Anda tak membilasnya dengan bersih, maka akan ada 'timbunan' produk di atas kepala. Jadi jelas tak ada hubungan dengan manjur-tidaknya shampo tersebut."

9. Bahkan shampo yang paling mewah sekalipun takkan bisa mengubah rambut secara permanen. 

"Mencuci rambut itu sebenarnya sama dengan program olahraga: ketika Anda melakukannya dengan rutin, maka penampilan pasti baik adanya, namun jika Anda berhenti, setelah 3 bulan lamanya misalnya, maka Anda harus mulai dari awal lagi," ujar Pelusi. 

10. Tak semua bahan dibuat sama.

"Banyak shampo mengandung agen busa seperti ammonium lauryl sulfate, ammonium laureth sulfate atausodium lauryl sulfate, yang bisa merusak dan membuat kering kulit kepala," ujar Maggiore. "Jadi, Anda sebaiknya menjauhi produk yang mengandung bahan-bahan di atas. Sebaliknya, sodium laureth sulfate memiliki bobot yang lebih ringan, sama seperti TEA lauryl atau laureth sulfates."

Komentar

  1. saya baru tahu kalau ada beberapa hal darurat dari shampo,,terimkasih..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Taksonomi Pada Hewan dan Tumbuhan

1. Apa itu Taksonomi ?? ..

Dalam biologi, taksonomi merupakan cabang ilmu tersendiri yang mempelajari penggolongan atau sistematika makhluk hidup. Sistem yang dipakai adalah penamaan dengan dua sebutan, yang dikenal sebagai tata nama binomial atau binomial nomenclature, yang diusulkan oleh Carl von Linne (Latin: Carolus Linnaeus), seorang naturalis berkebangsaan Swedia. Ia memperkenalkan enam hierarki (tingkatan) untuk mengelompokkan makhluk hidup. Keenam hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut dari tingkatan tertinggi (umum) hingga terendah (spesifik) adalah : Phylum/Filum untuk hewan, atau Divisio/Divisi untuk tumbuhanClassis/Kelas,Ordo/Bangsa,Familia/Keluarga/Suku,Genus/Marga, danSpesies (Jenis).
Dalam tatanama binomial, penamaan suatu jenis cukup hanya menyebutkan nama marga (selalu diawali dengan huruf besar) dan nama jenis (selalu diawali dengan huruf kecil) yang dicetak miring (dicetak tegak jika naskah utama dicetak miring) atau ditulis dengan garis bawah. Aturan ini seh…

Teknik Mewarnai dengan Crayon

Banyak yg mengalami kesulitan ketika menggunakan crayon, terutama dalam hal kebersihan…ketika kita mewarnai sebuah bidang dengan crayon, lalu tanpa sengaja mengenai tangan, maka warna menjadi kusam / kotor…maka biasanya kita menggunakan tissue/sarung tangan untuk menutupi tangan kita ketika sedang mewarnai dengan crayon. So, intan disini mau berbagi info seputar cara mewarnai yang baik, dan apa aja yang diperlukan untuk mewarnai dengan crayon. Ini dia guys :)) Crayon ada 2 ( jenis) yaitu Oil pastel dan Wax : Crayon Oil Pastel merupakan krayon yang terbuat dari campuran minyak dan bubuk pewarna, sedangkan Crayon Wax merupakan krayon yang terbuat dari campuran lilin dan bubuk pewarna. Kedua jenis krayon ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oil pastel sifatnya tidak terlalu keras dan tidak terlalu licin, sedangkan Wax mempunyai karakter keras dan licin. Bila kita menengok kembali sejarah krayon, dahulu sebelum krayon diciptakan seniman lebih memilih menggunakan cat minyak dan akrilik sebag…

Macam Gerakan Dasar Tari Bali

Dasar-dasar tari bali ada 3, yaitu: 1. Agem
2. Tandang
3. Tangkep Pengertian agem, tandang, tangkep : 1. Agem Agem adalah sikap pokok dalam tari Bali yang tidak berubah-ubah.
Agem ada 2, yaitu agem kanan dan agem kiri. a. Agem kanan perempuan
• Kaki kiri didepan kaki kanan dengan posisi kepojok
• Jarak antara kaki kiri dan kaki kanan satu genggam/kepal
• Jari kaki kiri diangkat
• Posisi pantat kekiri (posisi ngood/lutut ditekuk)
• Tangan kanan sirang/sejajar mata, tangan kiri sirang/sejajar susu
• Telapak tangan menghadap kedepan
• Sledet ke kanan
• Berat badan di kaki kanan b. Agem kiri perempuan
• Kaki kanan didepan kaki kiri dengan posisi kepojok
• Jarak antara kaki kiri dan kaki kanan satu genggam/kepal
• Jari kaki kanan diangkat
• Posisi pantat kekanan (posisi ngood/lutut ditekuk)
• Tangan kiri sirang/sejajar mata, tangan kanan sirang/sejajar susu
• Telapak tangan menghadap kedepan
• Sledet ke kiri
• Berat badan di kaki kiri  c. Agem kanan laki-laki
• Posisi kaki kiri didepan kaki kanan (kepojok)
• Jarak an…