Pages

Minggu, 06 Januari 2013

Perempuan Tidak Boleh Duduk Ngangkang ?




Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan mengeluarkan perda yang melarang wanita duduk ngangkang saat dibonceng sepeda motor. Selain itu, para wanita tidak diperkenankan memakai celana saat menggunakan sepeda motor. Banyak orang menganggap peraturan ini aneh dan menuai kontroversi. Bahkan media luar negeri seperti BBC News membahas peraturan tidak boleh ngangkang ini.

Tidak Boleh Duduk Ngangkang dan Tidak Boleh Pakai Celana Panjang
"Penumpang perempuan yang duduk di belakang pun dilarang memakai celana panjang. Pemerintah hanya mempertahankan budaya dalam masyarakat yang akan hilang," papar Suaidi Yahya, selaku Walikota Lhokseumawe, dilansir dari Merdeka.com
Wacana ini sudah pasti menuai kontroversi. Walaupun peraturan tidak boleh dudukngangkang hanya menjangkau wilayah Aceh, banyak kalangan yang tidak setuju dengan peraturan ini, termasuk para perempuan. Jika duduk ngangkang dianggap tidak bermoral dan dapat merusak martabat wanita, bagaimana dengan penilaian keselamatan selama berkendara, apakah pihak pemerintah Aceh sudah mempertimbangkannya?

Duduk Ngangkang Sebenarnya Lebih Aman
Dari segi keselamatan, sepeda motor dirancang dengan mengutamakan keseimbangan, tidak hanya bagi sang pengendara, tetapi juga yang dibonceng. Ketua Umum Road Safety Association, Edo Rusyanto mengatakan, posisi duduk mengangkang hingga saat ini adalah yang paling ideal, untuk membantu keseimbangan saat berada di atas sepeda motor. Dengan demikian, ketika terjadi goncangan atau rem mendadak, si penumpang lebih siap dan tidak akan terlontar.
Sementara itu, Jusri Pulubuhu, Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menambahkan, secara teknis, duduk menyamping akan membahayakan wanita karena lebih gampang terjatuh. Pembonceng yang duduk menyamping akan mengurangi keseimbangan karena beban akan condong ke posisi kaki penumpang yang menyamping.
Itulah beberapa pertimbangan dari dua kubu yang berbeda. Yang satu ingin menjaga kehormatan wanita, sementara pihak lain lebih mempertimbangkan keselamatan sang penumpang bila duduk menyamping. Terlebih lagi, sepeda motor adalah alat transportasi yang banyak dipakai di Indonesia, termasuk para wanita.
Sebagai perempuan, bagaimana pendapatmu, guys? (vem/yel)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Wikipedia

Hasil penelusuran

Ada kesalahan di dalam gadget ini

SPARKLING BLOGS

Photobucket

Tombol Share

Blog Archive

Total Tayangan Laman

Follow this blog with Bloglovin

Follow on Bloglovin
Diberdayakan oleh Blogger.

Video Bar

Loading...

Translate

WELCOME TO MY BLOG

Popular Posts

Social Icons

Followers

Featured Posts

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©